Puasalah sebaik-baik puasa, puasanya Nabi Daud AS ! Dia berpuasa sehari & berbuka sehari (HR.Bukhari, Muslim)
Tampilkan postingan dengan label Nabi dan Rasul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabi dan Rasul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2016

Tuhan pun Mau diajak Bernegosiasi: Hikmah Isra Mi'raj



Dua sifat Allah yang saling berkaitan erat: jamaliyah dan jalaliyah. Allah yang Maha Pengampun dan Penyayang serta Maha Lemah Lembut adalah cerminan sifat Jamaliyah; sedangkan Allah yang Maha Besar, Maka Kuat, Maha Kuasa merupakan contoh sifat Jalaliyah. 

Melalui sifat Jamaliyah ini Allah berkenan berdialog bahkan bernegosiasi dengan makhluk ciptaanNya. Jadi kalau ada hambaNya yang keras kepala, tidak mau kompromi dan tidak bisa diajak bernegosiasi sedikitpun maka orang tersebut perlu belajar melembutkan hatinya dengan menyimak kisah Isra-Mi'raj.

Dalam peristiwa Mi'raj, Anas bin Malik menyebutkan, "Nabi SAW bersabda: "Kemudian Allah 'azza wajalla mewajibkan kepada ummatku shalat sebanyak lima puluh kali. Maka aku pergi membawa perintah itu hingga aku berjumpa dengan Musa, lalu ia bertanya, 'Apa yang Allah perintahkan buat umatmu? 'Aku jawab: 'Shalat lima puluh kali.' Lalu dia berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tidak akan sanggup! ' Maka aku kembali dan Allah mengurangi setengahnya. Aku kemudian kembali menemui Musa dan aku katakan bahwa Allah telah mengurangi setengahnya. 

Tapi Musa berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu karena umatmu tidak akan sanggup.' Aku lalu kembali menemui Allah dan Allah kemudian mengurangi setengahnya lagi.' Kemudian aku kembali menemui Musa, ia lalu berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tetap tidak akan sanggup.' Maka aku kembali menemui Allah Ta'ala, Allah lalu berfirman: 'Lima ini adalah sebagai pengganti dari lima puluh. Tidak ada lagi perubahan keputusan di sisi-Ku! ' Maka aku kembali menemui Musa dan ia kembali berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu!' Aku katakan, 'Aku malu kepada Rabbku'.

(Shahih Bukhari, Hadis Nomor 336 dan 3094; Shahih Muslim, Hadis Nomor 237)

Para ulama terpesona membaca kisah di atas: bagaimana mungkin sebuah perintah Allah, belum dilaksanakan pun, sudah bisa dinegosiasi? Ini semua tidak mungkin terjadi kalau Allah tidak menampakkan belas-kasihanNya kepada umat Muhammad SAW. Nabi Musa, berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, terus meminta Nabi Muhammad kembali menghadap Allah untuk bernegosiasi, sampai Nabi sendiri akhirnya merasa malu untuk kembali. 

Bercermin dari sikap Nabi, ya begitulah salah satu adab para salik: Allah terus menawarkan rahmatNya sampai para salik sendiri menjadi malu dan merasa cukup. Ya Rabb, rahmatMu terus mengalir ke bumi, padahal dosa-dosa kami terus naik ke langit. Engkaulah Rabb yang kasih sayangMu melebihi murkaMu. Astaghfirullah...

Kalau kisah di atas belum juga mampu meruntuhkan tembok ego diri kita yang ngeyel dan ngotot untuk tidak mau berkompromi soal pelaksanaan Syariat, maka tengoklah kisah Nabi Ayub yang kelepasan bersumpah mencambuk istrinya seratus kali. Nabi Ayub kemudian menyesal seraya teringat kembali bakti sang istri. Beliau kebingungan karena sumpah harus dilaksanakan.  

Tafsir Ibn Katsir menceritakan bagaimana Allah memberikan petunjuk melalui wahyu-Nya yang menganjurkan kepada Nabi Ayub  untuk mengambil lidi sebanyak seratus buah yang semuanya diikat dijadikan satu, lalu dipukulkan 100 lidi kepada istrinya sekali pukul. Dengan demikian, berarti Ayub telah memenuhi sumpahnya dan tidak melanggarnya serta menunaikan nazarnya itu. 

Hal ini adalah merupa­kan jalan keluar yang Allah berikan: ketimbang seratus kali mendera, maka cukup seratus lidi digabung jadi satu dan dipukulkan sekali. Luar biasa, bukan? Allah 'mengajari' Nabi Ayub untuk 'mengakali' sumpahnya tanpa harus melanggar esensi sumpah. Allah mengajari Nabi Ayub akan maqashid al-syari'ah.

(Catatan: sebelum ada yang kebakaran jenggot dan menuduh Ibn Katsir dan saya sebagai liberal atau syi'ah, saya persilakan untuk membaca kisah Nabi Ayub di atas dalam QS Shad:44). 

Begitulah....Allah pun begitu lentur, fleksibel, dan negotiable terhadap aturanNya. Syariat sebagai cerminan sifat Jalaliyah Allah, memang harus digandeng dengan Tasawuf sebagai perwujudan sifat Jamaliyah Allah. Kalau Allah saja mau berkompromi dan bernegosiasi, masihkah hati anda keras seperti batu? Lantas bagaimana kita mau mi'raj kalau terus kita bawa kekerasan hati ini? 

Ya Lathif, Ulthuf bina....

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama
Australia-New Zealand

Kamis, 04 Februari 2016

Rasulullah SAW Berjaga di samping Pintu Menuju Neraka


Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah bahwa mimbarnya Nabi Ibrahim AS berada disebelah kanan Arsy dan mimbarku disebelah kiri Arsy".

Maka para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah engkau lebih utama dari Nabi Ibrahim.Kenapa engkau ditempatkan disebelah kiri Arsy,sedangkan Nabi Ibrahim disebelah kanannya Arsy?
Rasulullah menjawab, "Jalan ke Surga berada disebelah kanan Arsy sedangkan jalan menuju Neraka berada disebelah kiri Arsy.Aku berada disebelah kiri supaya aku dapat melihat umatku yang akan dimasukkan ke neraka dan kemudian aku berikan safaat kepadanya".

Ketika aku berada dimimbarku aku mendengar seseorang dari umatku berteriak teriak seraya berkata, "Pahalaku sedikit dan dosaku banyak!"





Rasulullah SAW berkata kepada Malaikat, "Jangan masukkan dia keneraka".
Malaikat menjawab, "Aku adalah Malaikat yang melaksanakan apa saja yang diperintahkan Allah SWT kepadaku".

Maka Rasulullah turun dari mimbarnya dan sujud satu kali dihadapan Allah SWT.
"Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat untuk tidak memasukkan orang tsb keneraka karena sujudku".

"Aku perintahkan kepada Malaikat untuk menimbang kembali amalnya serta aku berikan kepadanya pahala Sholawat atasku yang sedikit pada timbangannya, maka bertambahlah pahalanya dan berkuranglah dosanya.Kemudian orang itu memegangku erat-erat sambil mengucap, "Siapakah engkau yang telah menolongku dari siksa yang dahsyat?".

Maka Rasulullah SAW bertanya, "Apakah engkau tidak mengenalku?"
"Ketahuilah bahwa aku ini Nabimu dan penolongmu, aku adalah Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wassalam".

Demikianlah kasih sayangnya Rasulullah SAW kepada umatnya..Semoga kita menjadi Umat Nabi Muhammad yang cinta dan senantiasa bersholawat kepadanya Aamiinn

Selasa, 10 Maret 2015

Kisah Kasih Sayang Allah SWT, Nabi Musa dan Korah



Jika Anda mampu mencintai seseorang tanpa syarat dan tanpa alasan..
Anda akan dapat mulai memahami bagaimana Allah mengajarkan mencintai tanpa syarat untuk Anda
"Memohonlah Pada Allah segala kebutuhanmu, sekalipun itu hanya sepasang tali sepatu, mintalah..
Sebab jika Allah tidak meringankan hidupmu, tak ada kemudahan yang bisa di raih"..

Sayyidah ‘Ā’isyha RHA
[d 57 or 58H]
al-Tirmidhi., #1326.

Salah satu guru dari Habib Ali, Shaykh Nazim Al Haqqani menggambarkan Kasih Allah Dalam kisah dibawah ini

Musa (alahissalaam) dan Korah

Di antara Bani Israel pada saat hijrah dari Mesir, Korah adalah orang terkaya. Dan Korah membawa sebagian besar kekayaan itu saat hijrah, hingga tiba di Sinai dengan selamat, dan dengan kekayaan yang banyak itu dia mempengaruhi Bani Israil. Sayangnya untuk Korah, ia menggunakan pengaruhnya untuk membangkitkan pemberontakan dan ketidakpuasan dengan kepemimpinan Musa Alaihissalaam. Dalam rangka untuk mendiskreditkan Musa alaihissalaam.. Hingga akhirnya Korah menyuap seorang wanita terhormat untuk mengklaim bahwa Musa telah berzinah dengan dia dan memiliki anak dalam rahimnya adalah anak Musa. 
Karena ia tentu saja tidak bersalah, Musa sangat marah, tetapi ia hanya bisa menyangkal tuduhan itu dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuktikan tuduhan palsu itu. Bagaimana dia bisa memimpin Bani Israil ketika timbul keraguan dalam hati mereka tentang moral dan kebenaran-nya?

Musa berpaling kepada Tuhan, dan berdoa : "Oh Tuhanku, bantulah aku"..
Tuhan menjawab: "Aku telah memberikan Anda kekuatan untuk memerintah Bumi. Anda dapat menggunakannya untuk membela diri sendiri dan membuktikan bahwa anda tidak bersalah kepada Bani Israel ". 
Musa mengumpulkan semua bani israel dan berkata : "Semua yang bersama aku datang ke sisiku dan mereka yang mematuhi Korah tinggal di sisinya". Musa berkata: "Wahai bumi, himpit dan telanlah Korah!"..
Menanggapi perintah ini Bumi menjepit Korah, kakinya (dari telapak, pergelangan hingga mata kaki) tercekal erat oleh bumi. Mendapati kenyataan ini Korah menangis: "wahai sepupu tersayangku Musa, demi kekerabatan kita, mohon maafkan aku!" Tapi Musa sangat marah dan bertekad untuk menghukum Korah untuk semua kejahatannya: "Ya bumi, telanlah korah"

Kemudian Bumi menarik kaki korah sedikit lebih dalam dan korah kembali berteriak kepada Musa memohon pengampunan-dan dimaafkan, hal itu berlangsung sebanyak tujuh puluh kali: Korah meminta maaf dan Musa menolak dan menuntut pembalasan. Hingga Akhirnya bumi telah benar-benar menelan habis Korah. Kemudian Tuhan berfirman pada Musa: 
"Korah memohon pengampunan pada anda tujuh puluh kali, tetapi Anda tidak memiliki belas kasihan baginya dalam hati Anda. Aku bersumpah dengan kebesaran dan kemulianKu, seandainya tadi ia bermohon pada Ku sekali saja, dengan mengatakan: "Oh Tuhanku, aku bertobat, mohon maafkan aku ', Aku akan melepaskannya. Anda tidak memiliki belas kasihan baginya karena Anda tidak menciptakan dia. Aku Pencipta dan Aku miliki rasa kasihani yang tak terbatas bagi hambaku yang mau bertobat".

Senin, 10 November 2014

Percakapan Allah SWT dan Rasulullah SAW



Bersabda Rasulullah SAW
Berfirman اَللّهُ SWT: Wahai kekasihku bumi, langit,surga,neraka dan seluruh isinya kepunyaan siapa...???
Nabi berkata: Kepunyaan engkau wahai اَللّهُ yg maha mulia

Firman اَللّهُ SWT :Manusia, jin dan Malaikat kepunyaan siapa ya Muhammad... ???
Nabi berkata : Kepunyaan engkau wahai اَللّهُ yg maha mulia

Firman اَللّهُ SWT : Dan engkau kepunyaan siapa ya muhammad
Nabi berkta : Kepunyaan engkau wahai اَللّهُ yg maha mulia

Firman اَللّهُ SWT :
Dan aku kepunyaan siapa ya muhammad.... ???
(Nabipun bersujud) engkau yg memilikiku dan engkau yg mengetahui dirikuu
Maka اَللّهُ SWT berfirman :
Ketahuillah wahai kekasihku, bahwa aku milik orang yg bersholawat kepadamu....

آللّهُمَ صَلّۓِ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ  سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ


Ya Allah :'(

Senin, 13 Oktober 2014

Tentang Puasa Nabi Daud AS, Puasa Sunnah Yang Paling Disukai Allah SWT



1. KENAPA DISEBUT PUASA DAUD? APAKAH PUASA INI SUNAH NABI MUHAMMAD.SAW?

Jika Anda menghendaki dalil berupa hadits-hadits tentang puasa Daud, silakan Anda mencari sendiri di sumber-sumber lain, jika Anda ragu. Namun secara ringkas, puasa Daud ini merupakan amalan Nabiyallâh Daud.as (dan umatnya), dan diriwayatkan pula, bahwa puasa Daud ini adalah puasa yang PALING DICINTAI ALLÂH. Beliau (nabi Daud.as) berpuasa sehari dan berbuka sehari, terus menerus begitu sepanjang tahun. Nah, lantaran puasa ini merupakan puasa yang, bisa dikatakan paling istimewa, tidak salah apabila Rasulullah.saw memuji dan menyukai puasa Daud ini, dan bahkan dianjurkan bagi siapapun umat Islam, tentu saja bagi mereka yang berminat, kuat dan ikhlas menjalankannya. Jadi jika ada di antara pembaca ingin mengamalkan puasa Daud, silakan, namun jika kondisi tidak memungkinkan Anda melakukan, tidak perlu dipaksakan, karena masih ada puasa-puasa sunah yang lain.

2. APAKAH PUASA DAUD ADA BATAS MINIMALNYA? MISAL, MINIMAL 1 TAHUN ATAU SEMAMPU KITA

Jika kita melihat riwayat dalam hadits, puasa Daud ini disebut oleh Rasulullah.saw untuk mengakomodasi keinginan beberapa sahabat yang ingin melakukan puasa sepanjang tahun. Rasulullah.saw melarang, dan alih-alih memberitahukan satu puasa yang paling mulia dan disukai Allâh yang disebutkan bahwa nilainya setara dengan puasa sepanjang tahun, yakni puasa Daud, puasa sehari dan berbuka sehari. Ditilik dari fakta tersebut, agaknya bisa kita simpulkan, bahwa puasa Daud baiknya dikerjakan oleh mereka yang dalam dirinya berhasrat kuat untuk melakukan amalan puasa hingga akhir hayat. Istilah kasarnya, kalau mau, jangan setengah-setengah, karena tidak pernah ada riwayat pelaku puasa Daud melakukan puasa Daud hanya 1 bulan, atau 6 bulan, atau 1 tahun (kecuali jika sedang dalam taraf latihan).

Tentu, jika melihat pada kondisi-kondisi yang lebih khusus, bisa saja ada seseorang yang melakukan puasa Daud tiba-tiba harus berhenti melakukan puasa Daud karena satu dan lain hal, misalnya karena sakit berkepanjangan. Itu bisa saja, jika Allah sudah berkehendak, dan bisa dimaklumi jika yang bersangkutan tidak lagi bisa meneruskan puasa Daud dalam waktu tertentu.

Namun jika kita mau sejenak membuka mata terhadap sejarah, dan bahkan kalau saya berkaca pada pengalaman diri sendiri, jarang sekali ditemukan kasus orang melakukan amalan puasa secara istiqamah jatuh sakit. Yang ada justru orang berpuasa sehat-sehat, malah di dunia kedokteran, orang-orang sakit dianjurkan berpuasa. Saya sendiri selama melaksanakan puasa Daud malah alhamdulillah jarang sekali jatuh sakit. Dan itu memang fakta ajaib yang tidak bisa dipungkiri, sebab manusia sejak zaman dulu pun telah mengenal puasa sebagai imun dan “penyembuh alami” yang ajaib. Dan kalau berkaca kembali pada pengalaman pribadi, bukannya ingin berhenti, saya malah ketagihan dan ingin terus melaksanakan puasa Daud hingga ajal menjelang. Sebab apa, sebab saya sudah menyadari dan merasakan sendiri, apa manfaat dan khasiat rahasia puasa Daud. Mungkin Anda para pembaca bisa menanyakan hal ini secara personal kepada orang yang kebetulan seorang pelaku puasa Daud.

3. APA MANFAAT PUASA DAUD BAGI DIRI SAYA? LALU BAGAIMANA JIKA BERTEMU HARI SENIN, KAMIS, JUM’AT, SABTU DAN MINGGU? MOHON SEKALI LAGI DIRINGKAS LAGI HAL-HAL SEPUTAR PUASA DAUD.

Jika benar-benar ingin melaksanakan Puasa Daud, atau sering disebut Puasa ala Nabi Daud ini, maka hal yang paling baik di awal adalah tekad dan niat yang sungguh-sungguh. Jika benar kita serius, ingin mengamalkan puasa yang paling baik ini, maka hal-hal lain semestinya tidak perlu lagi dipertanyakan. Mau jatuhnya hari Jum’at, hari Sabtu, hari Senin, hari Kamis, atau terpotong oleh sakit sehari, batal di lain hari, yang paling penting itu adalah terus istiqamah alias konsisten untuk terus melakukan dan melanjutkan puasa Daud. (Tentu saja puasa Daud ini tidak boleh dikerjakan di hari-hari yang diharamkan berpuasa, seperti Hari Raya ‘Idul Fithri, ‘Idul Adha, dst).

Lalu, apakah pelaksanaan puasa Daud ini harus selamanya? Seperti yang sudah saya utarakan, yang penting itu kita konsisten. Mungkin saja di suatu waktu kita sakit satu minggu, nah, setelah sehat, kita lanjutkan lagi puasa Daud tersebut. Dan tentu, idealnya puasa Daud ini dijalankan hingga akhir hayat. Tentu, awalnya terasa berat, karena BELUM TER-BI-A-SA. Tapi jika kita sudah terbiasa, insya Allah, yang ada kita malah ketagihan dan ingin terus menerus melakukannya. Karena apa?

  • Fakta, siapapun yang konsisten melaksanakan puasa Daud, tidak akan pernah mudah sakit. Silakan dibuktikan sendiri, minimal sampai 2 minggu atau 1 bulan saja, dan lihatlah keajaiban yang akan tubuh Anda rasakan. Jadi sebetulnya tak perlu ada kekhawatiran bagi yang akan hendak memulainya karena takut akan jatuh sakit, karena yang ada justru malah sebaliknya, kita menjadi kebal terhadap segala jenis penyakit. Tentunya hal ini bukan sekedar omong kosong, karena saya pun mengalaminya langsung, jadi asli dari pengalaman nyata sendiri. Apa sebabnya? Sebabnya adalah, ketika kita makan (secukupnya) satu hari, lalu keesokan harinya puasa, lalu lusanya berbuka, lalu esoknya lagi puasa, itu menjadikan sistem pencernaan kita menjadi lentur dan kuat, sehingga membuat sirkulasi darah bekerja secara dinamis. Berbeda dengan mereka yang tidak sekalipun puasa, pencernaan terus-terusan dipaksa bekerja dan menjadi tempat sampah makanan, sehingga menjadi biang penyakit pencernaan. Jadi, berbahagialah bagi siapapun yang mengamalkan puasa Daud semasa hidupnya.
  • Hidup Anda akan berubah 180 derajat. Ketika kita sudah terbiasa melakukan puasa Daud, hal-hal sekecil apapun akan terasa nikmat LUAR BIASA bagi diri kita. Karena apa? Karena kita sudah TERBIASA LAPAR. Ketika kita sudah terbiasa lapar, kita jadi tidak lagi merasa takut apabila sewaktu-waktu tidak punya apa-apa, kita jadi kebal dengan hidup, kita menjadi tenang dan tentram. Soal ketenangan hati ini, itu adalah rahmat dan karunia ajaib Allah. Yang jelas, ketika diri kita sudah membiasakan lapar, kita akan menjadi sosok insan yang akan mudah bersyukur dan bahagia, meskipun hanya makan nasi dengan tempe atau ikan asin saja, kita akan merasa bahagia luar biasa. Aneh memang, tapi itulah keajaibannya.
  • Ketika kita sudah membiasakan puasa Daud dan terbiasa lapar, kita akan lebih peka dengan segala jenis makanan. Kita seperti menjadi sebuah detektor, yang mampu mendeteksi, “Oh, makanan ini jelek, makanan ini buruk, makanan ini tidak baik” dan lain sebagainya. Karena apa, karena ketika kita sudah membiasakan puasa Daud, kita akan lebih mencintai perut yang kosong ketimbang perut yang kenyang, dan kita akan benar-benar benci dengan kenyang, karena kita akan sadar, kenyang itu menjadi sumber malapetaka kesehatan tubuh dan diri.
  • Ketika kita sudah membiasakan diri melakukan puasa Daud dan terbiasa lapar, jiwa sosial kita akan lebih peka. Kita akan lebih mudah tersentuh melihat siapapun yang datang meminta-minta, karena apa, karena kita telah merasakan sendiri, betapa lapar itu menyengsarakan. Maka dari itu, lantaran kita sudah terbiasa lapar, kita menjadi sosok yang tidak tega melihat orang lain lapar. Jadilah kita ringan dalam memberi sedekah dan bantuan kepada orang lain. Rahmat dan pahala berlipatlah yang akan kita dapat.

Dan masih banyak lagi. Silakan, bagi yang hendak dan ingin berpuasa Daud, lakukan sekarang juga, atau esok. Semoga mendapat pengalaman dan manfaat yang lebih besar dari apa yang sudah saya kemukakan di atas. Sedangkan bagi yang masih menjalankan Puasa Daud hingga sekarang, tetaplah istiqamah dan konsisten, bahkan kalau perlu ajak orang-orang terdekat, kerabat dan sahabat untuk turut serta melestarikan puasa yang sangat sangat dianjurkan Rasulullah.saw ini.

Dan mohon diingat, puasa Daud ini lebih untuk dan semata untuk Allah saja, jadi jangan sampai kita memberitahukan kepada orang lain kalau kita ini melakukan puasa Daud atau sudah berapa lama kita melakukan puasa Daud. Bukan orang lain yang memberi balasan, tapi Allah, jadi lebih baik dan lebih sempurna apabila kita melakukan puasa Daud ini secara SEMBUNYI-SEMBUNYI, RAHASIA. Cukup dan biar Allah saja yang tahu sudah berapa lama kita melakukan puasa dahsyat ini.


Sejarah dan Kisah Logo Tauhid dalam Khilafah Islam


Kala Islam mulai menyebar begitu pula kebutuhan Nabi (ﷺ) untuk memiliki beberapa bentuk dialog dengan penguasa asing dan raja, ini dilakukan dalam bentuk surat. Nabi (ﷺ) diberitahu bahwa raja-raja asing hanya akan menerima surat yang disegel, sehingga Nabi (ﷺ) membuat cincin perak yang dengannya nabi (ﷺ) menyegel surat. Hal ini dilakukan sekitar tahun ke 7 Hijrah.

Cincin itu terukir dengan tulisan 'Muhammad' di bagian bawah, 'Rasulullah' di tengah dan 'Allāh' di bagian paling atas. Jadi Anda membacanya dari bawah ke atas, hal ini dilakukan sedemikian rupa karena adab, tak akan mungkin nabi untuk menuliskan namanya di atas nama Tuhannya.

Cincin ini kemudian diteruskan dan dikenakan oleh Sayyidina Abu Bakar ketika jadi khalifah, oleh beliau cincin nya dipercayakan untuk di pegang oleh sahabat Mu'ayqīb RA untuk menyimpannya. Dia menjaga cincin atas nama khalifah berturut-turut, hanya ketika mereka membutuhkan untuk menutup surat mereka cincin itu diminta, mesti Kadang mereka akan mengambilnya dari dia dan memakainya untuk barokah. 
Pada satu kesempatan Sayyidina Usman (waktu jadi khalifah) meminjam cincin tsb, dan secara tidak sengaja menjatuhkan dalam sumur Aris, dekat Masjid Qubā' - meskipun Beliau sendiri bersama teman turun kedalam sumur ikut mencari selama tiga hari tiga malam hingga sumur itu kering cincin tsb tetap hilang dan tak pernah di temukan lagi..
ini terjadi pada tahun ke-6 dari kekhalifahan sayyidina Usman bin Affan RA

Banyak ulama besar telah menunjukkan bagaimana setelah hilangnya cincin Nabi (ﷺ) ini paruh kedua pemerintahan kekhalifahan Sayyidina Usman mengalami keguncangan, menandakan era eskalasi parah berupa pengkhianatan dan ketidakharmonisan yang berakhir tragis....

*catatan samping: akhir-akhir ini karena semakin banyak orang telah membuat klaim tidak masuk akal dan seram untuk Khilafah, (contoh,ISIS dan Boko Haram) segel Nabi kembali di terbitkan dan telah menjadi identik dengan hal-hal yang tak pernah dilakukan Nabi (ﷺ).. 
Kemurnian ajaran Nabi kita (ﷺ) telah dicampur dengan vulgar (kasar,cabul, dan tak berakhlak) oleh orang-orang ini; ini adalah mengapa begitu banyak dari ulama kita dari semua sisi telah mengutuk mereka.

اللَّهُمَّ ياربَّ سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ و آلِ سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ ، أَسْأَلُكَ بِحَقِّ سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ أَنْ تُصَلِّيَ على سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ و أَنْ تُحَبِّبَ إِلَيْنا سيِّدَنا محمَّداً ﷺ و أَنْ تُحَبِّبَنا إِلى سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ و أَنْ تُخَلِّقَنا بِأَخْلاقِ سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ و أَنْ تَرْزُقَنا المُتابِعَةَ لِسيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ و أَنْ تَرْفَعَ الحِجَابَ بَيْنَنا وَبَيْنَ سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ و أَنْ تَجْمَعَ بَيْنَنَا وَبْينَ سيِّدِنا محمَّدٍ ﷺ فِي الأوَّلِ وَالآخِرِ وَالظَّاهِرِ وَالباطِنِ والسِّرِّ والعَلانِيَةِ واليَقَظَةِ والمَنَام والحَيَاةِ والمَمَاتِ فِي الدُّنْيا والآخِرَةِ فِي لُطْفٍ وَعافِيَةٍ

Ya Allah, Tuhan Nabi Muhammad ﷺ dan Tuhan dari keluarga Nabi Muhammad ﷺ Aku memohon Pada Mu dengan hak Nabi Muhammad ﷺ limpahkan Sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ Cintailah Nabi Muhammad ﷺ dan membuat kami dicintai Nabi Muhammad ﷺ dan untuk memberkati kami dengan akhlak yang mulia dari Nabi Muhammad ﷺ dan memungkinkan kami untuk mengikuti Nabi Muhammad ﷺ dan menghapus tabir antara kami dan Nabi Muhammad saw ﷺ dan membawa kami bersama-sama dengan Guru kami Sayyidina Muhammad ﷺ di awal dan di akhir, lahir dan batin, secara rahasia dan di depan umum, dalam keadaan terjaga dan dalam mimpi kami, dalam hidup dan mati, dalam kehidupan ini dan berikutnya dengan mudah dan kesejahteraan.
Aamiin..Allhumma Aamiin..

(Sholawat yang diajarkan oleh Al Imam Al Habib Ahmad Bin Hasan Al Attas)

dikutip dari FB Habib Adeng Fadaq

Kamis, 09 Oktober 2014

30 Orang Yang Pertama Dalam Islam



1. Orang yang pertama menulis Bismillah :
Nabi Sulaiman AS.

2. Orang yang pertama minum air zamzam :
Nabi Ismail AS.

3. Orang yang pertama berkhatan :
Nabi Ibrahim AS

4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada
hari qiamat :
Nabi Ibrahim AS.

5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah
pada hari qiamat :
Nabi Adam AS.

6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa & Marwah :
Sayyidatina Hajar

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari
qiamat :
Nabi Muhammad SAW.

8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam :
Sayyidina Abu Bakar As Siddiq RA.

9. Orang yang pertama menggunakan tarikh
hijrah :
Sayyidina Umar bin Al-Khattab RA

10. Orang yang pertama meletakkan jawatan khalifah
dalam Islam :
Sayyidina Imam Al-Hasan bin Ali RA.

11. Orang yang pertama menyusukan Nabi Muhammad SAW :
Thuwaibah RA.

12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki :
Al-Harith bin Abi Halah

13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita :
Sumayyah binti Khabbat

14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab /
lembaran :
Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA

15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan
fisabilillah :
Saad bin Abi Waqqas

16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan
melaungkan adzan:
Sayyidina  Bilal bin Rabah RA

17. Orang yang pertama sembahyang dengan Rasulullah SAW :
Sayyidina Imam Ali bin Abi Tholib Kw

18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi
SAW :
Tamim Ad-dary RA

19. Orang yang pertama menghunus
pedang dalam perjuangan fisabilillah :
 Az-Zubair bin Al-Awwam RA

20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi Muhammad SAW :
Ibban bin Othman bin Affan RA

21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi
SAW :
Sayyidah Khadijah bt Khuwailid. As

22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh :
Imam Syafi'i RH.

23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam:
Sayyidina Imam Ali bin Abi Tholib Kw

24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam :
Muawiyah bin Abi Sufyan RA

25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam
Khalifah Harun Ar-Rasyid

26. Orang yang pertama mengadakan baitulmal :
Sayyidina Umar Al-Khattab RA

27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas
Rasulullah SAW :
Sayyidina Imam Ali ibn Abi Tholib Kw

28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil
Haram Mekah:
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur

29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry :
Mus'ab bin Umair

30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga :
Nabi Muhammad SAW.


Dikutip dari FB Syed Padir Al-Idrus
Sumber

Selasa, 07 Oktober 2014

Kisah Imam Abu Bakar Al-Kattani dan Nabi Khidir As



Imam Abu Bakar alKattani dijuluki cahaya tempat berlindung/makam. Beliau menetap di Mekkah hingga akhir hidupnya, julukannya di berikan karena kebiasaannya untuk mempergunakan kesempatan mendekati Allah sepanjang malam hari, Sepertiga malam untuk mengkhatamkan quran. Sepertiga untuk sholat dan sepertiga lainnya melakukan tawaf sambil berdzikir dan bersholawat sebanyak 12000x, hal ini dilakukan selama tiga puluh tahun nonstop hingga akhir hayatnya..

Suatu hari seorang tua bercahaya dan anggun dalam balutan jubah masuk Gerbang Banu Shaiba dan langsung mendatangi Imam Kattani, yang sedang berdiri dengan kepala tertunduk.

"Kenapa," tanyanya setelah pertukaran salam, "kau tidak pergi ke Tempatnya Ibrahim Alaihissalam (ka'bah) hari ini? Seorang guru besar telah datang dan sedang berceramah yang berkaitan dengan tradisi mulia. Pergilah dan dengarkan dia".

"Wejangan dari siapakah yang disampaikan, Pak?" Tanya Kattani.
"Dia punya sanad keilmuwan yang bersambung pada Abd Allah ibn Ma'mar, dari Zohri, dari Abu Hurairah dari Nabi," jawab si orang tua".
"Tapi hari ini aku lagi berbicara langsung dari sumbernya tanpa rantai sanad" kata Kattani.
"Dari siapa kau dengar?" Tanya si orang tua.
"Hatiku mendapat ilham Dari Allah" Kata Kattani.
"Apakah Anda memiliki bukti dari pernyataan Anda tersebut?" Tanya si orang tua.
"Buktinya," jawab Kattani, "adalah bahwa hati saya mengatakan kepada saya bahwa Anda adalah nabi Khidir"
"Sampai saat ini," Kata Nabi Khidir, "Saya selalu berpikir bahwa tidak ada sahabat Allah yang saya tidak tahu. sampai aku melihatmu. Aku tidak mengenalmu, tapi anda tahu saya. Dan sekarang saya menyadari bahwa ada teman teman Allah yang mengenali saya, tapi saya tidak mengenali mereka"....
Subhan Allah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلَ الصَّلوَات
صَلاةً تُحَقِّقُنا بِها بِأَشْرَفِ التَّوْبَات
و تَرْفَعُنا بِها في التَّوْبَةِ أَعَالِيَ الدَّرَجَات
مَعَ مَنْ ارْتَضَيْتَ و اصْطَفَيْتَ مِنْ أَهْلِ الأَوْبَةِ و الإِنَابَةِ و الإِخْبَات
يامُجِيبَ الدَّعْوَات و يا قَاضِي الحَاجات
وَعَلَى آلِهِ و صَحْبِهِ و أَهْلِ المَحَبَّةِ و المَوَدَّا

Dikutip dari FB Habib Adeng Fadaq