Puasalah sebaik-baik puasa, puasanya Nabi Daud AS ! Dia berpuasa sehari & berbuka sehari (HR.Bukhari, Muslim)
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

Zombie, Pahlawan Islam dari Brazil

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda jika disebutkan “Zombie”? Jika yang muncul adalah sosok mayat hidup yang berlumuran darah dan mengejar manusia untuk digigit dan dijadikan mayat hidup berikutnya, berarti ghazwul fikri yang dilancarkan Barat telah berhasil 100%.

Barat melahirkan istilah “zombie” untuk menggambarkan mayat hidup yang tidak memiliki pikiran dan bernafsu memangsa manusia normal. Melalui serangkaian cara mulai dari novel, film hingga game, zombie digambarkan sebagai makhluk jahat yang harus dilawan. Ia mayat hidup yang tidak memiliki kebaikan sama sekali.

Namun, benarkah Zombie dalam dunia nyata seperti itu? Ternyata Zombie adalah nama salah seorang pahlawan Islam di Brazil.

Pada abad ke-XVI, tepatnya sekitar tahun 1550 Masehi, Islam mulai masuk ke Brazil. Saat itu, orang-orang Portugis memasukkan budak-budak Afrika ke Brazil sebagai tenaga pekerja di kebun tebu. Mayoritas budak-budak Afrika ini beragama Islam sehingga sejak saat itu ada banyak muslim di Brazil.

Tahun demi tahun, jumlah muslim di Brazil semakin banyak. Selain para pendatang, penduduk asli juga mulai ada yang masuk Islam, menjadi mualaf. Posisi kaum muslimin pun semakin kuat, bukan hanya para pekerja tebu.

Ketika posisi Islam di Brazil menguat, Pasukan Salibis menghabisi mereka. Pasukan Salibis berusaha menghancurkan Islam hingga ke akar-akarnya. Dan mereka menganggap program mereka berhasil. Islam telah dilumatkan.

Di saat seperti itu, pada tahun 1643, tiba-tiba muncul seorang pahlawan Islam. Dengan gagah berani ia mendeklarasikan berdirinya Negara Islam di Brazil setelah sebelumnya bergerak mendakwahkan Islam ke berbagai penjuru Brazil dan mengajak para tokoh dan pimpinan di wilayah itu untuk masuk Islam. Nama pahlawan itu adalah Zombie.

Salibis yang mengira Islam di Brazil telah mati tersentak. Rupanya Islam belum mati. Zombie telah menghidupkan Islam kembali di bumi Brazil. Dan karenanya, pasukan Salibis pun segera menjadikan Zombie sebagai target. Dan rupanya, Zombie tidak hanya dimusuhi di waktu itu. Namanya pun dihancurkan di abad modern ini.


Keterangan foto:
1. ilustrasi
2. foto buku referensi Zombie
مائة من عظماء أمة اﻹسلام غيروا مجرى التاريخ
difoto oleh Abu Zubair Bamajbur


Rabu, 29 Oktober 2014

Makam dirusak, Jasad Sahabat Nabi Zuhair bin Qois RA, tetap Utuh!!


Ini adalah foto Jasad sahabat Zuhair bin Qois RA. yang tetap utuh yang sudah lebih dari 1.400 tahun tertanam di bumi, setelah dibom oleh orang-orang Wahabi di Libya.

Sumber: Majalah Cahaya Nabawy edisi 109

Kisah Kyai Sholeh Darat dan RA Kartini


Seusai salah satu pengajian Tafsir al-Fatihah yang disampaikan Kyai Sholeh Darat yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Demak, seorang gadis usia belasan memberanikan diri menemui sang Kyai. Ia adalah putri Bupati Jepara, salah seorang wanita yang kini menjadi salah satu Pahlawan Nasional karena dianggap telah berjasa memperdayakan perempuan, hingga namanya kini menjadi ikon perjuangan emansipasi wanita di negeri ini. Dialah Ibu Kita Kartini.

“Romo Guru yang mulia!” Kartini membuka maksud. “Selama hidup saya, barulah kali ini ananda sempat mengerti makna surat al-Fatihah, induk al-Qur’an itu. Begitu besar rasa syukur ananda kepada Allah Swt. Namun sayang Romo Guru, ananda tak habis pikir, mengapa selama ini kita belum menerjemahkan al-Qur’an dalam bahasa Jawa? Bukankah al-Qur’an merupakan petunjuk bagi segenap manusia?”
Kartini menarik nafas dalam-dalam. Suasana sunyi. Kyai Sholeh Darat tersenyum mendengar pertanyaan gadis yang terkenal kritis itu. 

“Teruskan anakku!”. Pancing Kyai Sholeh.
“Jadi, hemat saya, orang-orang Jawa seperti saya perlu mengerti dan memahami isi kitab suci itu, terutama melalui jalan Eyang Romo Guru terangkan dalam pengajian tadi. Apalagi Ramanda saya ikut bersyukur atas minat Amanda mendalami al-Qur’an. “
“Baiklah! Apakah ada pertanyaan lagi, wahai anakku?”. Kyai Sholeh masih menangkap gurat kegelisahan pada wajah Kartini.

“Begini Romo Guru. Khusus tentang penerjemahan dan penafsiran al-Qur’an dalam bahasa Jawa itu, apakah ada syarat-syarat bagi orang yang dianggap cukup sebagai ahli di bidang tersebut?”.

“Sungguh, anakku Kartini!. Tidak sedikit bilangannya. Syarat-syaratnya sungguh berat. Antara lain, orangnya harus menguasai Bahasa Arab yang khas dengan al-Qur’an lengkap dengan nahwu, sharaf, badi’, ma’ani, bayan, balaghah, isti’arah, lengkap dengan keilmuan lainnya”. Terang Kyai Sholeh Darat sambil tersenyum.
“Tapi Romo Guru sudah ahli dan menguasai ilmu-ilmu itu? Maka sekarang ananda mohon sudi kiranya Romo Guru berkenan segera menulis untuk bangsa kita pada umumnya berupa kitab terjemah dan tafsir al-Qur’an dalam Bahasa Jawa. Sebab hal itu akan menjadikan mereka memahami bisikan suci dari kitab tuntunan hidup mereka. Dan Romo Guru akan besar sekali jasanya”.
Mendengar permintaan Kartini, raut wajah Kyai yang berseri itu, seketika tumpah air mata, menangis haru mendengar permintaan gadis aristocrat itu.

Bermula dari dialog di Pendopo Kabupaten Demak itu, setahun berikutnya kitab yang diidam-idamkan Kartini terbit. Judulnya “Faidhurrahman fi Tafsir al-Qur’an”. Kitab karya Kyai Sholeh Darat ini berukuran folio, dicetak pertama kali di Singapura pada tahun 1894. Terdiri dari dua jilid. Kitab ini menjadi referensi pribumi Jawa yang bermukim di tanah Melayu. Bahkan kaum muslimin di Pattani, Tailand selatan juga memakai kitab ini. Ditulis dengan huruf Arab Pegon, kitab tersebut dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat yang menjabat sebagai Bupati Rembang.

Kyai Sholeh Darat wafat pada tanggal 28 Ramadlan 1321 H/18 Desember 1903 M. dimakamkan di komplek pemakaman umum Bergota Semarang.

Kisah ini adalah shahih, dinukil oleh Prof. KH. Musa Al-Machfud Yogyakarta, dari Kyai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kyai Sholeh.

Sumber: Majalah Bulanan AULA Edisi April 2012 hlm. 21 

Senin, 13 Oktober 2014

Ketika Ratu Yordania asal Palestina, Cemburu Dengan Indonesia


Dikutip oleh Al Samih Post, salah satu koran kenamaan Yordania, diinformasikan Ratu Yordania Rania yang merupakan wanita berdarah Palestina yang lahir dan besar di Yordania ini merasa “gerah” karena Rakyat Palestina selalu “memuja” Indonesia. Beliau berkata: “Ada apa dengan Indonesia? Saya tahu mereka paling aktif dalam relawan ke Gaza, namun selain indonesia masih ada yang lain kan? Termasuk Yordania. Kenapa rakyat Palestina tidak bisa melihat yang lain?”

“Kecemburuan” Ratu Rania semakin memuncak saat membaca seorang anak palestina bernama Hadiid Manor al Rafiq menjawab komen ratu Rania dengan menulis tentang Indonesia di Twitter-nya: “Indonesia jauh namun dekat tidak ada yang sama dengan mereka yang merasakan darah kami adalah darah mereka. Jika anda wahai Sri Ratu Rania yg terhormat merasa tidak suka maka kami mohon jangan anda mengomentari mereka (rakyat Indonesia) dengan sinis.”

Setelah membaca Twitter Hadid, Ratu Rania tidak membalas hingga kini. Bahkan saat tragedi Bintaro 2 kemarin tgl 9 Desember walau bukan bencana alam namun human error, tetapi rakyat Palestina mendoakan dengan segenap hati mereka. Salah satu Twitter anak Palestina bernama Zaenab Khaleed menulis: “Indonesia bersedih kami tidak rela itu, kalian yang menangis untuk kami, kini kalian menangis setelah kereta kalian bertabrakan. Semoga kalian tabah”.


Kamis, 09 Oktober 2014

Kisah Nyata, Masjid Tetap Mengumandangkan Adzan Walaupun Tidak Ada Muazin



Video sebuah masjid yang sudah resmi ditutup oleh pemerintah inggris dan sudah tidak ada aktifitas didalamnya, akan tetap terdengar dari masjid tersebut suara adzan setiap masuk waktu sholat.Subhaanallah...Sungguh satu keajaiban. Terlihat banyak wartawan yang meliput dan mengabadikan kejadian ini.Kejadian ini terjadi di London..Masjid ini telah di arahkan oleh pemerintah supaya semua aktivitasnya di hentikan dan masjid ini juga di tutup.. tidak ada lagi supply listrik dan di kawal rapi.Akan tetapi dengan kuasa Alloh Subhanahu Wa Ta'ala setiap waktu sholat masih berkumandang adzan walaupun sudah tidak ada siapapun muadzin yang melakukan adzan.. Alloh Azza Wa Jalla menunjukkan ke-Maha Besarannya & Kuasa Nya